Do Or Die 4 Ever

Tulisan ini, aku khususkan untuk diri ini, bagi ku hidup ini harus penuh dengan manfaat, oleh sebab itu saya harus bisa menjadi manfaat dalam hidup ku yang sesekali ini, bagiku ilmu itu penting namun ilmu tanpa pemahaman menjadi teori bukan sebuah kesadaran diri, sehingga selain ilmu, pemahaman itu juga sangat penting, ketika kita telah memiliki ilmu dan pemahaman, satu hal yang menjadi kunci bagi kedua harta karun itu adalah tindakan (action), tindakan adalah hal ketiga yang juga sangat penting setelah ilmu & pemahaman, sehingga tidak hanya sebatas kesadaran jiwa, namun tindakan juga harus segera dilahirkan setelah ilmu dan pemahaman telah ada dalam diri kita.

Seperti yang saya katakan bahwa ilmu dan pemahaman itu merupakan rangkaian dari pembelajaran, namun tidakan merupakan bentuk aktualisasi dan realisasi dari ilmu dan pemahaman yang kita miliki, Do or Die 4 Ever adalah ungkupan yang sengaja saya berikan kepada diri ini, sebab tujuan hidup ku adalah menjadi manfaat sebesar-besarnya dari kapasitas & kapabilitas diri ini, karena bagi diri ku hidup tanpa manfaat bagaikan “mayat hidup” sehingga agar menjadi manfaat dalam hidup ada beberapa hal yang harus dapat saya amalkan, diantaranya:

1.       Taubatan Nasuha

Mungkin terdengar aneh dan kaku, namun yang saya maksudkan adalah dalam melakukan proses pembelajaran hidup dan pematangan kedewasaan dalam hidup kita perlu sejumlah instropeksi diri dan memastikan bahwa hikmah dan pelajaran yang kita temukan tidak kita sia-siakan begitu saja, tapi kita manfaatkan dengan penuh tekad, bahwa “hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini”, dan memastikan diri bahwa kita tak akan terperosok kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. Dalam hidup ini banyak kesalahan yang kita lakukan dan kesalahan itu adalah pelajaran yang harus membuat kita makin matang dalam prosesi hidup. Ketika kita melakukan keselahan, terutama pada tuhan kita, maka segeralah untuk bertobat dan bertekad untuk tidak mengulangin perbuatan salah kita, dengan begitu kita akan memahami arti dan makna dari Taubatan Nasuhan, Belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama dari saat itu hingga akhir hayat.

2.       Mematangkan Cara Berfikir

Akal yang dititipkan kepada setiap insan, tidak hanya untuk bertahan hidup, namun akal yang kita miliki juga memiliki hak untuk mempelajari ilmu dan menemukan arti perjalanan hidup kita, sehingga, kita harus sedapatnya untuk memenuhi hak akal kita agar dapat belajar, paling tidak luangkan 15 menit untuk merenung & berfikir, otak itu seperti otot, ia butuh nutrisi dan latihan, itulah hiburan & ilmu untuk otak.

3.       Membeningkan hati

Dengan mengasah SQ (kecerdasan spritual) yang kita miliki, yang dengan memantapkan ibadah kita kepadanya

4.       Menyehatkan tubuh

Tubuh kita mempunyai hak untuk sehat, maka kita harus dapat, makan, istrahat, olahraga dan refreshing untuk tubuh kita, sehingga ia senantiasa sehat dan awet muda.

~ by suryadisantana on February 8, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: