Hiburan harus mempunyai Edukasi, Motivasi dan jauh dari Hal yang sia-sia

Hiburan adalah sebuah kebutuhan dalam hidup, bahkan setiap detik yang kita lalui apapun kegiatannya, harus kita jadikan sebagai sebuah hiburan.  Bila kita butuh sebuah motivasi maka kita harus memperolehnya dengan menyenagkan, jalurnya melalui hati yang terhibur, bila kita membutuhkan edukasi yang baik maka kita juga harus mendapatkan dengan hati yang terhibur, jalurnya dengan hiburan yang beredukasi. Hiburan adalah sebuah hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita, bila kita jenuh, bila kita tegang, bila kita capek, dan bila – bila yang lainnya, hiburan akan memberikan kepada kita pencerahan, ketenangan, kenyamanan, keindahan, kesenangan dan hal – hal lain yang bisa membuat kita lebih lega dan bebas berekspresi.

Namun yang harus kita perhitungkan dalam hal mendapatkan sebuah hiburan adalah, yang pertama, hiburan harus memiliki edukasi, “kita senang ilmu dapat” mungkin ini adalah ungkapan yang pas, kita mendapatkan hiburan dengan berbagai cara, namun perhitungkan sebaik – baiknya bahwa kita pasti mendapatkan sebuah latihan, wawasan, ilmu ataupun pengalaman karena yang harus kita ingat kata nabi “orang yang merugi adalah orang yang hari ini sama dengan hari kemarin” artinya modal setiap anak manusia adalah waktu sehingga harus kita gunakan sebaik – baiknya yaitu selain mendapatkan hiburan kita harus juga memperoleh edukasi. Yang kedua, dalam memperoleh hiburan kita juga harus mendapatkan motivasi, mungkin ungkapan “sambil menyelam minum air” adalah ungkapan yang pas, selain hiburan usahakan kita bisa mendapatkan motivasi untuk meningkatkan capabilitas dan kredibilitas diri ketika menikmati sebuah hiburan, apapun bentuknya. Dan yang terakhir atau yang ketiga, unsur hiburan harus jauh dari maksiat (suatu perbuatan yang telah dilarang oleh aturan main agama), karena bila sebuah hiburan dicampur adukan dengan unsur maksiat, kecenderungan untuk mendapatkan kerugian untuk diri dan sosial sangat dominan, misalnya untuk diri, bila kita menganggap “perbuatan mesum” sebagai sebuah hiburan mungkin HIV/AIDS/Raja Singa dll, menjadi penghancur diri tingkat satu dan tingkat – tingkat selanjutnya, dari segi sosial adalah celaan untuk perbutan kita. Jadi ingat “Hiburan Harus Beredukasi, Bermotivasi Dan Jauh Dari Maksiat” insya allah.

~ by suryadisantana on February 8, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: