Pemikir

Ini adalah sesuatu yang sangat berharga bukan hanya impian tapi menjadi tekad yang kokoh dalam hidup ini, saya bertekad karena ini merupakan sebuah keharusan dan cara bersyukur atas karunia allah swt atas otak, ilmu dan pengetahuan-NYA sehingga saya menjadikan hidup ini sebagai ladang untuk terus belajar demi menjadi cahaya bagi mahluknya yang lain dan makin dekat denganNYA.

Menjadi pemikir yang cerdas syarat utamanya adalah terus belajar, beramal dan berkarya dalam hidup, ketika kita belajar kita akan mengenal dan bila kita beramal dan berkarya maka kita akan dikenal, sehingga selain kita harus tetap belajar kita juga harus mempu untuk berkarya dan beramal.

Saya sendiri menyadari bahwa belajar sebanyak apapun, orang tidak akan peduli dengan diri kita sampai kita bisa beramal, walau hanya sedikit maka orang akan sangat peduli dengan diri kita. Saya juga sadar, orang yang hanya berbicara dan tidak beramal tidak berbeda denga pribadi yang munafik, yang salah satu cirri khasnya adalah adanya ketimpangan antara perbuatan dan apa yang diucapkan sehingga tuntutan dalam belajar harus bahkan wajib namun kita juga harus menyertainya dengan beramal dan berkarya. Dalam tekad saya untuk menjadi pemikir yang cerdas dan kritis banyak hal yang harus benar ā€“ benar saya sadari dan dijalnakan yaitu benar ā€“ benar mengahargai dan mengatur waktu untuk tetap belajar, kapanpun dan dimanapun, membagi waktu sangat penting bagi pembelajar karena waktu adalah modal hidup setiap insane, jika kita tidak mengaturnya dengan baik maka ia akan menjadi senjata makan tuan, bagi pemilikinya. Sehingga tuntutan untuk mengatur waktu sangat penting dan merupakan kewajiban yang harus dijalankan.

Dalam era yang begitu maju kita dituntut untuk menjadi pribadi multidimensional yaitu pribadi yang dimanapun oke, kita dituntut untuk mampu menguasai ilmu bahasa minimal bahasa inggris, kita juga harus tidak ketingggalan informasi, menguasai atau mengatahui secara umum tentang tegnologi, pengetahuan tantang ilmu umum dan spesialisasi diri dalam ilmu pengetahuan.

Dalam tekad saya untuk menjadi pemikir yang cerdas dan kritis maka saya membagi waktu hidup saya dalam sehari yang 24 jam ke dalam; (jangka pendek)

8 jam untuk beristrahat, 2 jam untuk refreshing, 2 jam untuk menggali informasi (Kriminal, umum, selebritis dan olah raga), 2 jam untuk ilmu umum, 2 jam untuk ilmu spiritual, 2 jam untuk ilmu pengambangan pribadi, 2 jam untuk ilmu bahasa, 2 jam untuk ilmu teknologi dan 2 jam untuk berkarya.

Dalam jangka panjang mungkin tidak ada bedanya namun spesialisasi ilmu pengetahuan lebih diperdalam dengan pembagian waktu ; (Jangka panjang)

Meluangkan waktu sehari untuk refreshing bersama keluarga dan sahabat dalam sepekan, 8 jam untuk berkerja, 8 jam untuk istrahata, 2 jam untuk menggali informasi umum, 2 jam untuk belajar spesialisasi pribadi, 1 jam untuk mengasah keahlian, 1 jam untuk olah raga, 1 jam untuk ibadah, dan 1 jam untuk bersosialisasi. Saya bertekad untuk belajar hingga akhir hayat, kapanpun dan dimanapun insya allah.

~ by suryadisantana on February 8, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: