Mengalahkan Matahari (Esensi Waktu)

Tulisan ini tidak berarti saya bisa mengalahkan Sang Menatari yang mengajarkan berjuta kekuatan hidup termaksud semangad hidup, mengapa Sang Mentari selalu mampu hadir dengan semangat disetiap hari barunya…sungguh ini merupakan pelajran bagi orang-orang berfikir.

Mengalahkan Mentari yang saya maksudkan adalah hadir lebih awal dari pada Sang Mentari kedunia ini, memang ada sebuah ungkapan yang begitu berkesan, “kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri dan hari ini adalah hadiah untuk kita”,  tapi bila hari ini telah tiba sebagai hadiah mengapa tidak kita gunakan sedini mungkin sebaik-baik mungkin hari ini?

Setiap kita memiliki waktu 24 jam sehari, “apabila” kita diberi jatah 60 tahun dalam hidup, dan  mengunakan tidur 8 jam dalam sehari, selama 60 tahun kita telah menghabiskan 20 tahun untuk tidur kita, jatah 40 tahun sisa hidup kita pun akan terpotong dengan jalan-jalan, makan, dan lain-lain, kalau demikian berapa banya waktu prodiktifitas kita dalam hidup ini?

Awalnya saya juga berfikir, 20 tahun hilang hanya buat tidur? Secara sederhanya 8 jam adalah 1/3 dari 24 Jam (8×3 = 24), berarti bila hidup kita diberi jatah 60 tahun berarti 1/3 dari 60 tahun adalah 20 tahun (60:3 = 20), belum ditambah dengan berbagai aktifitas lain, ya… harusnya kita bisa mengunakan sebaik mungkin waktu yang kita miliki, agar;

1.       Memiliki manfaat dalam hidup yang sesekali ini karena, hakikat panjangnya umur tidak diukur dari seberapa tua kita hidup didunia, namun seberapa banyak manfaat yang telah kita lakukan didunia ini.

2.       Selalu bahagia, tetap tersenyum dan mendapatkan ketenangan hidup.

3.       Mendapatkan ilmu, hikmah dan kedewasaan hidup agar menjadi wasiat yang baik sepeninggalan kita.

Mulai besok saya bertekad “untuk mengalahkan Sang Mentari dengan hadir lebih awal dari Sang Mentari”, memulai hari dengan ibadah subuh, olah raga agar tetap sehat, mandi agar tetap fresh dan sarapan agar tetap kuat, membuat sebuah kebiasaan positif agar prodiktifitas kita lebih optimal dan mengurangi jatah tidur kita agar kita bisa lebih siap untuk berbuat lebih banyak dalam hidup.

Siapapun yang membaca tulisan ini harus bisa mengunakan waktunya dengan baik dan percayalah engkau, aku dan siapaun yang telah hadir dimuka bumi ini tidak diciptakan begitu saja, namun banyak peran yang harus kita lakoni agar stabilitas kehidupan tetap berjalan, sehingga menjadi manusia yang bermanfaat sebenarnya adalah fitrah setiap manusia, dan bila ia tidak tetap pada fitrahnya maka ia akan mendaptkan penghidupan yang sempit.

Dan  barangsiapa  berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, (QS. Thaahaa, 20:124) (Al-Quran)

~ by suryadisantana on February 11, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: